Otak Cerdas karena Keturunan?

Otak Cerdas karena Keturunan?

MENJADI orang cerdas merupakan dambaan setiap orang. Memang, ada pendapat bahwa kecerdasan sifatnya genetik; orang tua yang cerdas akan melahirkan anak yang cerdas. Akan tetapi, tidak sedikit pula pendapat bahwa orang cerdas karena gizi yang baik sejak masih dalam kandungannya. Tetapi, itu pun belum cukup.

Menurut dr Utami Roesli SpA, MBA IBCLC, Ketua Lembaga Peningkatan Penggunaan ASI RS St Carolus, selain gizi yang baik, untuk mengoptimalkan otak, bisa dengan memanipulasi lingkungan.

Maksud memanipulasi lingkungan ini agar genetika bisa bagus dan berkembang maksimal. Lingkungan ini berupa asuh, asah, dan asih. Dengan lingkungan ini, bisa mengoptimalkan otak. Asuh di sini merupakan sel-sel otak yang merupakan hardware. Bagaimana ia bisa optimal, tentunya jumlah sel-sel otak harus optimal. Bila jumlah sel-sel otak harusnya 100 miliar, manusia harus bisa mengoptimalkan agar bisa tumbuh sebanyak itu,” kata dr Utami.

Ibarat tanaman, bila tanaman tersebut ingin menghasilkan buah yang manis dan lebat, harus diberi pupuk yang bagus. Demikian juga dengan manusia, harus tercukupi gizinya agar pertumbuhan sel otaknya optimal. “Manusia sendiri memiliki periode dalam masa pertumbuhannya.

Periode pertama merupakan periode pertumbuhan cepat pada usia 0-6 bulan dan tiga tahun. Periode pertumbuhan cepat kedua pada masa akil balig. Pada periode pertumbuhan cepat pertama adalah pertumbuhan otak, sedangkan pertumbuhan cepat kedua adalah pertumbuhan tinggi badan.”

Pada masa-masa itulah keperluan gizi yang seimbang sangat dibutuhkan. “Pada masa pertumbuhan cepat pertama, bayi usia 0-6 bulan kemudian dilanjutkan sampai usia 3 tahun, merupakan masa-masa pertumbuhan otak yang menentukan. Dengan gizi yang bagus, sel-sel otak akan tumbuh dengan optimal. Kalau pada saat itu gizinya buruk, perkembangan otak tidak maksimal. Semula sel-sel otak bisa tumbuh satu miliar, tetapi karena gizi buruk, menyebabkan pertumbuhan hanya 80 juta. Ini sulit untuk bisa dikembalikan lagi pada usia selanjutnya.”

Artinya, untuk mengejar pertumbuhan sel otak optimal tidak bisa dilakukan lagi. “Untuk mendapatkan pertumbuhan sel otak yang optimal ini, yang paling utama adalah dengan memberi nutrisi pada otak berupa air susu ibu (ASI). Berikanlah ASI eksklusif selama enam bulan kepada bayi Anda sangat membantu pertumbuhan otak bayi. Cukup dengan ASI saja tanpa ada makanan tambahan apa pun di usia itu.”

Menurut penelitian yang dipublikasikan British Medical Journal tahun 2001, nutrisi yang cukup untuk otak si kecil bisa berdampak anak menjadi sehat dan cerdas. Kekurangan salah satu nutrisi saja bisa berakibat perkembangan sistem saraf pusat dan kemampuan kognitif di masa selanjutnya akan turut berpengaruh.

Menurut British Medical Journal, agar si kecil tumbuh sehat dan cerdas, kebutuhan lemak pembangun otak terutama asam lemak DHA dan ARA yang diperoleh dari ASI merupakan salah satu nutrisi yang penting bagi pertumbuhan otak dan mata. Kekurangan kedua jenis asam lemak esensial itu saat lahir berkolerasi pada berat badan yang rendah, lingkar kepala kecil, dan ukuran plasenta yang rendah.

Akibatnya, perkembangan sistem saraf pusat dan kemampuan kognitif di masa selanjutnya akan ikut berpengaruh. Untuk mencukupi kebutuhan itu, penelitian itu menyebutkan berikan ASI seoptimal mungkin, sebab ASI terbukti mengandung asam lemak yang dibutuhkan otak untuk berkembang.

Studi yang dilakukan The University of Kentucky Chandler Medical Center, AS, membuktikan IQ bayi yang diberi ASI jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bayi non-ASI. Pada saat anak diberi makanan padat, kebutuhan asam lemak ini bisa dipenuhi dari sumber lain, misalnya dengan memberikan makanan padat ikan, telur bebek, susu, atau minyak jagung. Kini, juga tengah naik daun sumber DHA (docosahexaenoic acid) yang berasal dari ikan kod yang banyak hidup di perairan dingin dan laut dalam, yang dijual dalam kemasan siap minum. DHA sendiri merupakan turunan dari asam lemak omega-3.

Karbohidrat berupa glukosa juga merupakan bahan bakar otak yang amat penting agar otak tumbuh optimal. Dengan glukosa yang terpenuhi, akan berdampak pada proses pengolahan informasi dan mengingat bisa berjalan dengan baik.

Glukosa yang terdapat pada karbohidrat ini bisa didapatkan pada jenis kacang-kacangan, kentang, buah-buahan seperti pisang, sawo, serta sayuran seperti daun ubi jalar dan singkong, sedangkan untuk protein sebagai pembentuk neurotransmiter adalah senyawa asam amino yang berperan terhadap proses pengolahan informasi pada otak.

Protein di dalam makanan bisa diperoleh pada ikan, daging, keju, yoghurt, dan kacang-kacangan, sedangkan pada buah-buahan dan sayuran terutama pada sayur dan buah yang diperkaya antioksidan. Antioksidan ini diperlukan untuk melindungi otak dari proses kerusakan sel-sel otak yang dapat menyebabkan kesulitan dalam mengingat sehingga proses belajar menjadi lamban.

Dr Utami menjelaskan bahwa pada dasarnya para ibu bisa memberikan ASI dengan cukup, karena ASI sangat mengenal hukum supply and demand. Artinya, berapa banyak ASI dibutuhkan oleh bayi, tubuh si ibu akan memproduksi sebanyak yang dibutuhkan.

Pada umumnya, ibu yang merasa kekurangan ASI disebabkan cara menyusui yang salah. “Harus diperhatikan posisi puting susu, mulut bayi, dan posisi badan. Kalau seluruh puting masuk ke mulut, ASI bisa masuk cukup banyak. Bayi pun akan terpenuhi kebutuhannya.”

Kelebihan dari ASI, memiliki enzim lipase yang berfungsi sebagai penyerap, sedangkan pada susu formula tidak terdapat enzim lipase tersebut. “Memang, memberi susu formula tidak membuat anak bodoh, tetapi pertumbuhan otak tidak seoptimal yang dihasilkan ASI. Tetapi, selain pemberian ASI ini juga perlu asah dengan memberi stimulasi pada anaknya.”

Stimulasi ini berupa mendidik anak dengan merangsang pancaindera. Apabila sedang menyusui, seorang ibu harus berdialog dengan anaknya agar indera pendengarannya mendapat rangsangan, atau bernyanyi dan bisa juga membacakan ayat suci.

Pada masa perkembangan selanjutnya sampai umur tiga tahun, anak akan tumbuh dan rasa keingintahuannya cukup besar. Di sini, peran orang tua harus besar. “Bila anak ingin tahu ini-itu, orang tua tidak boleh bosan menjelaskannya. Karena dengan menjelaskan pada anak, otak akan dirangsang terus untuk berpikir dan ingin tahunya makin besar.”

Otak butuh lebih 70%

Zat gizi berperan vital dalam proses tumbuh kembang sel-sel neuron otak untuk bekal kecerdasan bayi yang dilahirkan. Sistem saraf pusat dan otak merupakan organ vital yang pertama dibentuk. Proses pertumbuhan sel neuron otak terjadi pada minggu ke-20 hingga ke-36, dan disempurnakan hingga bayi berusia dua tahun.

Menurut dr Arif Achmad, dokter gizi medik, pada masa pertumbuhan sel otak ini, janin di dalam kandungan hingga menjadi balita, sangat membutuhkan makanan bergizi untuk membantu perkembangan sel otaknya. Meskipun masa otak janin hanya sekitar 16% dari tubuhnya, dibandingkan dengan organ tubuh lain, otak paling banyak memerlukan energi (lebih dari 70%) untuk proses tumbuh kembangnya. Energi itu terutama berasal dari deposit zat gizi dan asam lemak esensial yang berasal dari tubuh ibunya.

Untuk mendapatkan asam lemak esensial ini, para ibu yang hamil harus mengubah pola dan kebiasaan makan yang bergizi. Makanan sumber asam lemak esensial dan omega-3, terutama terdapat pada pangan hewani dan nabati laut seperti ikan lemuru, tuna, tongkol, cakalang, ikan kod, rumput laut, ganggang laut, dan lain-lain, sedangkan bahan lainnya, bersumber pada minyak nabati dan sayuran hijau. Ada kalanya ditambah dengan suplemen gizi seperti Fe, iodium, vitamin A, omega-3 pada minyak ikan.

Dari hasil penelitian, asam lemak omega-3 memiliki peranan yang cukup besar dalam masalah kesehatan serta mencegah munculnya penyakit degeneratif. Para peneliti menunjukkan bahwa peran omega-3 sejak janin dalam kandungan diperlukan untuk proses tumbuh sel-sel otak.

Asam lemak omega-3 juga berperan sebagai asam lemak otak. Asam lemak ini turunan dari pendahulunya, yakni asam lemak esensial linoleat dan linolenat. Asam lemak esensial tidak bisa dibentuk dalam tubuh dan harus dipasok langsung dari makanan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: