GERAKAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

Pertengahan Maret 2002 Menko Kesra RI, Drs. Jusuf Kalla, memimpin Rakor
Kesra diikuti para Menteri yang terkait erat dengan penanganan masalah-masalah sosial
kemasyarakatan. Rapat tersebut antara lain memutuskan untuk mengembangkan Gerakan
Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia. Dengan gerakan ini diharapkan
dapat dirangsang upaya bersama memberi perhatian dan komitmen yang tinggi untuk
memacu peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Upaya ini merupakan investasi yang
diyakini bisa merupakan langkah strategis untuk menghasilkan sumber daya manusia
yang bermutu. Berbeda dengan investasi dalam bidang industri dan perdagangan yang
bisa segera menghasilkan, investasi dalam bidang pendidikan adalah investasi jangka
panjang yang memerlukan dukungan sosial budaya yang sangat luas dan sering
menyangkut percontohan yang harus dimulai dari para aktor sendiri dan keluarganya.
Dalam alam globalisasi yang sangat dinamik dewasa ini, kita sungguh sangat
sedih melihat kenyataan bahwa anak-anak bangsa yang bisa mengisi kesempatan yang
terbuka luas di seluruh dunia hanya terbatas dalam bidang-bidang yang memberi nilai
tambah yang relatip rendah. Salah satu sebabnya adalah karena sumber daya manusia
yang kita miliki mutunya sangat rendah. Banyak kesempatan lewat begitu saja karena
sumber daya yang jumlahnya melimpah tidak ada yang cocok, atau bahkan tidak pernah
dipersiapkan untuk itu.
Penduduk Indonesia berjumlah antara 210 sampai 212 juta jiwa mempunyai ciri
jumlah remaja yang sangat menonjol serta akan terus naik. Ciri itu sesungguhnya
merupakan potensi yang menjanjikan, tetapi kenyataan bahwa mutunya masih rendah
memerlukan penanganan yang sangat urgen. Kejadian itu harus kita anggap sebagai
musibah yang harus ditangani dengan suatu shock terapi khusus seperti gerakan
masyarakat dengan bobot politik yang tinggi.
Gerakan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan yang sangat rendah
setidak-tidaknya harus diarahkan untuk lima sasaran utama dengan komitmen dan
dukungan program dan anggaran yang kuat, terpadu dan dinamik dari pemerintah dan
aparatnya di seluruh pelosok tanah air. Sasaran pertama, peningkatan pemberdayaan
siswa secara konsisten dan berkelanjutan. Kedua, peningkatan mutu, kemampuan dan
kesejahteraan guru. Ketiga, penyempurnaan kemampuan dan kesiapan sekolah untuk
memberikan dukungan terhadap aktivitas kependidikan dan pengajaran yang dinamik,
padat dan relevan dengan perkembangan masyarakatnya. Keempat, pengembangan
kesadaran orang tua untuk mengirim dan memberikan dukungan kepada anak-anaknya
untuk belajar sampai ke tingkat yang setinggi-tingginya. Kelima, pengembangan budaya
masyarakat yang kondusif serta mendukung upaya belajar dalam suasana nyaman,
menggairahkan dan dinamik.
Sebagai gerakan nasional yang sekaligus diadakan dalam suasana pengentasan
kemiskinan, semua pihak harus sepakat untuk bekerja keras mendukung investasi sumber
daya manusia yang handal itu dalam kerangka totalitas yang utuh. Upaya ini harus
sekaligus mengutamakan pemberdayaan manusia agar berkembang menjadi insan
nasional yang penuh iman, taqwa, berbudi pekerti luhur dan berkrepibadian mantab.

Pertengahan Maret 2002 Menko Kesra RI, Drs. Jusuf Kalla, memimpin RakorKesra diikuti para Menteri yang terkait erat dengan penanganan masalah-masalah sosialkemasyarakatan. Rapat tersebut antara lain memutuskan untuk mengembangkan GerakanNasional Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia. Dengan gerakan ini diharapkandapat dirangsang upaya bersama memberi perhatian dan komitmen yang tinggi untukmemacu peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Upaya ini merupakan investasi yangdiyakini bisa merupakan langkah strategis untuk menghasilkan sumber daya manusiayang bermutu. Berbeda dengan investasi dalam bidang industri dan perdagangan yangbisa segera menghasilkan, investasi dalam bidang pendidikan adalah investasi jangkapanjang yang memerlukan dukungan sosial budaya yang sangat luas dan seringmenyangkut percontohan yang harus dimulai dari para aktor sendiri dan keluarganya.Dalam alam globalisasi yang sangat dinamik dewasa ini, kita sungguh sangatsedih melihat kenyataan bahwa anak-anak bangsa yang bisa mengisi kesempatan yangterbuka luas di seluruh dunia hanya terbatas dalam bidang-bidang yang memberi nilaitambah yang relatip rendah. Salah satu sebabnya adalah karena sumber daya manusiayang kita miliki mutunya sangat rendah. Banyak kesempatan lewat begitu saja karenasumber daya yang jumlahnya melimpah tidak ada yang cocok, atau bahkan tidak pernahdipersiapkan untuk itu.Penduduk Indonesia berjumlah antara 210 sampai 212 juta jiwa mempunyai cirijumlah remaja yang sangat menonjol serta akan terus naik. Ciri itu sesungguhnyamerupakan potensi yang menjanjikan, tetapi kenyataan bahwa mutunya masih rendahmemerlukan penanganan yang sangat urgen. Kejadian itu harus kita anggap sebagaimusibah yang harus ditangani dengan suatu shock terapi khusus seperti gerakanmasyarakat dengan bobot politik yang tinggi.Gerakan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan yang sangat rendahsetidak-tidaknya harus diarahkan untuk lima sasaran utama dengan komitmen dandukungan program dan anggaran yang kuat, terpadu dan dinamik dari pemerintah danaparatnya di seluruh pelosok tanah air. Sasaran pertama, peningkatan pemberdayaansiswa secara konsisten dan berkelanjutan. Kedua, peningkatan mutu, kemampuan dankesejahteraan guru. Ketiga, penyempurnaan kemampuan dan kesiapan sekolah untukmemberikan dukungan terhadap aktivitas kependidikan dan pengajaran yang dinamik,padat dan relevan dengan perkembangan masyarakatnya. Keempat, pengembangankesadaran orang tua untuk mengirim dan memberikan dukungan kepada anak-anaknyauntuk belajar sampai ke tingkat yang setinggi-tingginya. Kelima, pengembangan budayamasyarakat yang kondusif serta mendukung upaya belajar dalam suasana nyaman,menggairahkan dan dinamik.Sebagai gerakan nasional yang sekaligus diadakan dalam suasana pengentasankemiskinan, semua pihak harus sepakat untuk bekerja keras mendukung investasi sumberdaya manusia yang handal itu dalam kerangka totalitas yang utuh. Upaya ini harussekaligus mengutamakan pemberdayaan manusia agar berkembang menjadi insannasional yang penuh iman, taqwa, berbudi pekerti luhur dan berkrepibadian mantab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: