Jamsostek Investment Beroperasi Awal 2010

JIC ini meruapkan anak perusahaan Jamsostek yang akan bekerja sama dengan Islamic Cooperative Development, anak perusahaan Islamic Development Bank.

“Tahap pembentukan JIC (Jamsostek Investment Company) itu sedang dalam tahap penetapan konsultan setelah tender dilaksanakan untuk pembuatan flesibility study dan tentunya menunggu izin resmi dari Meneg BUMN dan Menkeu,” kata Dirut PT Jamsostek, Hotbonar Sinaga, di Medan, Rabu (14/10).

Hotbonar berada di Medan dalam kunjungan kerjanya ke kantor Kanwil I Jamsostek yang juga membawahi Jamsostek wilayah Sumatera Barat yang akhir September lalu dilanda gempa.

Menurut dia, secara lisan Meneng BUMN dan Menkeu menyetujui gagasan pendirian JIC yang dimaksudkan Jamsostek untuk memperluas investasi secara langsung yang akhirnya berdampak pada semakin meningkatnya jumlah kepesertaan jamsostek dam layanan Jamsostek ke peserta.

“IJC juga dibentuk dalam upaya menarik dana negara Timur Tengah melalui IDB yang cukup besar dan selama ini masih hanya dinikmati negara lain seperti Malaysia,” katanya yang didampingi Kepala Kantor Wilayah I PT Jamsostek (Persero), H Mas`ud Muhammad.

Dia menyebutkan enam konsultan dimana empat konsultan adalah konsultan “raksasa” itu sudah mengikuti tender dan diharapkan minggu ketiga bulan ini sudah ada penetapan pemenang sehingga satu atau tiga bulan ke depannya flesibility juga sudah rampung.

“Presentasi tentang pembentukan JIC dengan segala peluangnya tentunya juga akan dilakukan termasuk di jajajaran komisaris,” katanya.

Hotbonar yang diangkat jadi Dirut Jamsostek sejak Februari 2007 itu menjelaskan, dalam JIC itu, kepesertaan modal Jamsostek untuk modal setor yang totalnya sebesar Rp1 triliun, akan lebih besar atau sebanyak 51 persen dan sisanya 49 persen oleh Islamic Cooperative Developmnet (ICD).

“Karena tujuan pendirian JIC itu untuk meningkatkan kepesertaan dan layanan kepada peserta Jamsostek, maka fokus bisnis yang akan dijalankan IJC adalah proyek-proyek yang padat karya seperti pembangunan infastruktur mulai jalan, jalan tol, bandara, dan pembangunan pelabuhan bahkan ikut dalam kepesertaan modal dalam suatu perusahaan rumah sakit atau klinik,” kata Hotbonar.

Mantan sejumlah perusahaan seperti Dirut PT. Asuransi Berdikari itu menegaskan, pendirian JIC itu sendiri payung hukumnya antara lain PP Nomor 22 tahun 2004 tentang Pengelolaan dan Investasi Dana Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang akan direvisi.

“Perlu diketahui pembentukan JIC itu awalnya karena tidak leluasanya Jamsostek mengembangkan investasinya akibat adanya batasan-batasan untuk investasi bagi PT Jamsostek dalam PP No 22 itu seperti investasi langsung yang hanya boleh maksimum lima persen dari total investasi,” ujarnya.

“Padahal dana Jamsostek untuk diinvestasikan cukup besar atau dewasa ini berkisar Rp75 triliun dimana 90 persennnya merupakan dana jangka panjang karena berupa iuranan Jaminan Hari Tua (JHT).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: